Hai kawan, lewat blog ini aku akan berbagi informasi tentang budaya maupun makanan khas dari daerah kota asalku. Setiap perbedaan yang kita punya itu bukanlah suatu halangan untuk kita tetap bersatu meski banyaknya perbedaan budaya dan ciri khas kita masing-masing. Yukkk kita liat artikel dari ciri khas kota asalku…

Situbondo adalah salah satu kabupaten yang terletak di jawa timur. Situbondo memiliki kesenian dan budaya tersendiri yaitu wayang topeng ( kadar ), musik tongtong, Tradisi ojung, Tradisi petik laut. Wayang topeng ( kadar ) adalah salah satu pagelaran kesenian asli dari daerah situbondo. Kesenian tersebut hanya diadakan jika ada acara hajatan perkawinan saja, itupun sekarang sudah jarang atau sudah tidak pernah lagi. Selanjutnya musik tongtong, kesenian musik tontong daerah situbondo tidak terlepas dari kesamaan budaya asli dari masyarakat budaya pulau madura. Tradisi ojung, tradisi ini adalah tradisi saling pukul dengan menggunakan rotan yang dimainkan oleh dua orang. Tradisi petik laut, tradisi ini adalah salah satu ritual yang masih ada di daerah situbondo yang dilakukan oleh kalangan nelayan.
Selain memiiki budaya, situbondo juga memiliki makanan khas yaitu tajin palappa, nasi karak, rujak petis dan nasi kaldu. Tajin palappa yaitu bubur dengan siraman bumbu kacang ditambah sayur kecambah dan sayur. Lain halnya dengan nasi karak dengan kaldu, nasi karak adalah nasi yang dikeringkan yang dimasak kembali, setelah itu dicampur dengan parutan kelapa, lauk pauk dan sayur-sayuran, sedangkan nasi kaldu adalah masakan yang berbahan kedelai yang memiliki ciri khas kuah yang agak kecoklatan dan agak kental. Selain itu ada juga rujak petis, masakan ini adalah berasal dari olahan rempah-rempah khas situbondo yang disirami dengan resep bumbu khas yang terbuat dari olahan gula merah, cabai, bawang goreng, garam, kacang tanah, pisang muda, sedikit air, dan petis udang. Ciri khas dari situbondo sendiri adalah kabupaten yang dikenal dengan “ bumi sholawat nariyah dan kota kerapu “. Bumi sholawat nariyah sendiri dicetuskan oleh bapak dadang selaku bupati situbondo. Nih aku perkenalkan budaya kota asalku ya.. :
1. Ojung
Tradisi Ojung merupakan tradisi saling pukul badan dengan menggunakan senjata rotan yang dimainkan oleh dua orang. Kedua peserta Ojung saling bergantian memukul tubuh lawannya. Jika peserta satu memukul, maka lawannya akan berusaha menangkis dan menghindar. “Tradisi ini merupakan suatu keharusan yang harus dilaksanakan oleh kepala desa yang bertujuan untuk menghindari bencana alam, dihindari cari carok, sebab kalau Ojung tidak diadakan setiap tahunnya selalu terjadi carok” kata sesepuh adat.
2. Petik Laut
Ritual ini yang selalu dinantikan dan rutin dilakukan dikalangan komunitas nelayan, termasuk nelayan petik laut di Desa Kilen Sari, Kecamatan Panarukan. Upacara ritual yang selalu dipadati ribuan warga nelayan tersebut merupakan acara puncak. Ada pemutaran film, pentas seni, pementasan musik gambus, orkes dangdut, dan tari gandrung banyuwangi. Ada juga Pengajian dan berbagai lomba untuk masyarakat nelayan. seperti renang bebas, domino, catur, tari, tarik tambang, dan panjat pinang.
Inti kegiatan petik laut adalah saat pelarungan sesaji ke tengah laut, sesaji itu disatukan dalam sebuah perahu kecil. Isinya macam-macam, namun yang paling menonjol adalah kepala sapi. Sebelum dilarung, sesaji itu telah melalui serangkaian ritual. Perahu sesaji diturunkan kelaut beramai-ramai kemudian dilarung ketengah dan ditenggelamkan. Sekretaris Panitia Petik Laut menambahkan “petik laut untuk melestarikan budaya bangsa”. Sumber dananya berasal dari swadaya murni masyarakat nelayan. Mulai sumbangan dari pemilik perahu, kapal selerek, porsen, gandrung, dan kapal jurung. “Ditambah partisipasi dari pengusaha, masyarakat umum kilensari, instansi terkait, serta semua nelayan kilensari,” ungkapnya. Membuang sesaji ketengah laut diyakini warga nelayan khususnya warga kilensari akan membawa keselamatan bagi Nelayan.
MAKANAN
- Tajin Palappa
Makanan ini termasuk favoritku loh. Biasanya aku mengonsumsinya di pagi hari. Tajin Palappa adalah bubur yang ditambah dengan siraman bumbu kacang, sayur kecambah dan kangkung, akan tetapi yang membuat istimewa yakni bumbunya, petis merah, cabe, kacang tanah dan cuka. Agar lebih nikmat ditambah dengan irisan hongkong atau ote-ote. Dan satu lagi, racikan bumbu Tajin Palappa hanya orang asli Situbondo yang bisa membuatnya terasa nikmat.
- Rujak Petis
Rujak Petis khas Situbondo ini merupakan makanan khas situbondo yang terdiri dari beberapa macam rempah-rempah yang ada di Situbondo, rujak khas ini terdiri dari berbagai macam irisan mentimun, mangga muda, kedondong, tahu, bengkoang, kangkung dan kecambah. Semua bahan tadi disajikan dengan hangatnya siraman resep bumbu khas yang terbuat dari olahan gula merah, cabai, bawang goreng, garam, kacang tanah, pisang muda, sedikit air, dan petis udang tentunya. Semua diaduk menjadi satu, dalam satu wadah dan Anda dapat menikmatinya.
- Nasi Karak
Nasi karak atau biasa disebut dengan nasi kucing adalah makanan yang popular di daerah Situbondo. Bahan dari makanan ini adalah nasi yang dikeringkan atau nasi aking yang dimasak kembali. Setelah nasi masak dicampur dengan serutan kelapa disertai lauk ikan dan sayur-sayuran.
CIRI KHAS
- Dikenal sebagai BUMI SHOLAWAT NARIYAH.
Pertama kali dicetuskan oleh bapak Dadang selaku Bupati daerah Situbondo.
- Dominasi penduduknya yang berbahasa Madura.
- Dikenal sebagai kota kerapu.
- Batik Situbondo
Ini loh kawan gambar batik khas kota Situbondo. Batik dengan bermotif Kerang karena utara Kabupaten Situbondo ini merupakan daerah pesisir.
Sumber : https://ltfnrw27.wordpress.com/2016/06/16/budaya-makanan-dan-ciri-khas-situbondo/